Bupati Sintang Ingatkan Pentingnya Soft Skill Dalam Dunia Kerja

 HDHPS, Sintang

Bupati Sintang, Jarot Winarno memberikan arahan kepada para peserta Diklat Three In One angkatan XLVI tahun 2021 Operator Mesin dan Peralatan Produksi Pada Peralatan Mesin Kelapa Sawit (PMKS) yang dilaksanakan Komunitas Petani Milenial Sintang.

SINTANG, RK – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa kesuksesan itu tidak hanya mengandalkan akademik. Tetapi lebih kepada non akademik.

Menurutnya, modal sukses di lapangan pekerjaan itu disumbangkan dari kompetensi akademik hanya 20 persen. Dan 80 persen dari non-akademik yang disebut dengan soft skill. “Dalam soft skill itu ada empat kompetensi. Pertama yakni kemampuan mengelola diri, yang kedua kemampuan sosial, yang ketiga kemampuan berorganisasi, dan yang keempat kemampuan lobby,” katanya.

“Jadi jangan hanya mengandalkan dunia pendidikan saja untuk mencapai  kesuksesan, karena 80 dari non-akademik itu yang menentukan kita sukses, terus asah softskill kalian,” imbau Jarot saat memberikan arahan kepada para peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Three In One angkatan XLVI tahun 2021 Operator Mesin dan Peralatan Produksi Pada Peralatan Mesin Kelapa Sawit (PMKS) di Kebun Edukasi Komunitas Petani Milenial Sintang, Desa Kunyai, Kecamatan Sungai Tebelian, Senin, (5/4/2021).

Masih kata Jarot, menjelaskan cara mengembangkan soft skill agar menjadi wirausaha yang sukses kedepannya.

“Kalian ini ikut pelatihan untuk mendapatkan sertifikat. Setelah mendapatkan sertifikat lalu mau kerja. Ada yang namanya grafik kewirausahaan. Saat ini kalian masih berada di zona kerja, nanti tingkatkan soft skill kalian agar bisa menjadi investor bagi diri sendiri. Lalu naik lagi menjadi manajer, owner, hingga pada puncaknya kalian bisa menjadi wirausaha yang sukses kedepannya, kalian bisa mengatur semuanya,” urai Jarot.

Jarot berpesan kepada para peserta yang ikut pelatihan, selain sertifikat yang akan didapatkan, terus kembangkan soft skill. “Punya sertifikat pun percuma kalau tidak diimbangi dengan soft skill yang mumpuni,” tegasnya.

Ia menegaskan, bahwa kaum milenial harus bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini. Saat ini dunia berubah. Ada namanya disrupsi teknologi yang merupakan perubahan mendasar yang membuat kita harus merubah diri kita. Seperti perubahan dalam budaya, gaya hidup, penggunaan teknologi yang sangat luar biasa majunya. Sehingga perlu kiranya anak muda bisa beradaptasi dan menjawab tantangan kedepannya.

Selain disrupsi teknologi, sambung Jarot, bahwa saat ini juga terjadi yang namanya disrupsi pandemi, Artinya perubahan mendasar karena adanya corona. Seluruh sektor terjejas karena corona, seperti budaya, ekonomi, kesehatan. Dan hanya empat sektor yang tidak terpengaruh corona, yakni pertambangan, pertanian, teknologi komunikasi, dan sektor yang berkaitan dengan dana Pemerintah yang untuk pemompa perekonomian.

“Agar bisa bertahan dalam situasi ini, kembali lagi soft skill sangat diperlukan,” tegas Jarot.

 

Related Posts